Hai salam kenal, disini aku akan membuat salah satu tema cerita kesukaanku ... yakni cerita Horror. Selamat membaca, semoga kamu suka dan jangan terlalu memaksakan diri jika tidak kuat dalam membacanya. (/ ^w^)/
Note : Jika merasa terganggu dengan alur atau sudut pandang yang membuat anda bingung. Mungkin bisa di-message ke saya, biar saya perbaiki kalimat mana yang kemungkinan mengganggu anda.
-----
Genre : Roman & Bloody
"Kamu Peliharaanku"
Pada suatu hari ada
seorang anak remaja yang sedang melakukan sosialisasi melalui media
sosial seperti Facebook atau twitter. Lalu ada satu temennya yang
nge-PM dirinya. Dia mengecheck isi pesan dari temannya ...
[Message Open]
Teman : Bang Samuel ... ayo kita bunuh orang ...
Samuel : Eh ... Drake, seriusan kamu?
Drake : Aku serius ... dia berada dekat kuliahku, kamu suka ngeliat orang mati kan dengan cara yang tidak mengenakkan?
Samuel : Ah ... gila
tetep enggak, aku sukanya cuma lihat doang ... kalau ngelakuin aku
tidak menginginkannya karena aku belum berani.
Drake : Akh ... kamu
ini, kita tinggal ngajak dia jalan-jalan terus kita cari tempat yang
sepi ... nah kita mainin dia disana, bagaimana? kan Abang suka yang
gore ...
Samuel : Emhn ...
Drake : Kalau masih ragu tidak apa bang, aku tunggu di taman.
[Message End]
~~~~~
Sekarang Samuel merasa
bingung sekaligus takut, dia masih paranoid dengan kejadian dulu
ketika dia kehilangan kendali emosinya dimana dia membunuh satu
kelasnya saat mencium bau darah dan membunuh mereka semua dengan keji.
Dia pergi ke kamar
mandi dan mencari obat penenang lalu melihat cermin, 'Huft ... aku
harus kuat, aku harus bisa menahan emosiku jangan sampai muncul lagi'
ujarnya dalam hati sambil meminum obat penenang.
Ting ... Ting ...
Samuel mendengar suara message masuk dari hapenya, dia keluar dari dalam kamar mandi lalu mengambil hapenya lalu memeriksanya.
[Message Open]
Drake : Sam ... dia di dekatku ... mau ikut tidak?
Samuel : ngga ah ...
Drake : Kamu serius ... seru loh ... kamu bagian menyiksanya aku bagian potong-potongnya.
Samuel : Engh ... baiklah ... tapi aku cuma ingin ngeliat kamu aja.
Drake : Okay aku tunggu di depan taman ... dia bersamaku sekarang.
[Message End]
~~~~~
Samuel menutup hapenya
dan menghela nafas, 'Semoga tuhan memaafkanku' ujarnya dalam hati
sambil menaruh hapenya dalam kantong ... lalu mengambil jaket hoodie
hitamnya dan mengendarai motornya menuju Taman.
Sekitar 1 1/2 jam
Samuel sampai taman dan melihat Drake yang memakai baju hitam sedang
merangkul seseorang yang bercengkrama dengannya.
"Hey Drake ... apa kabar? lama tidak jumpa" sapa Samuel setelah turun dari motornya.
"Hey Sam ... baik kok, ini ada temenku namanya Kabal" ujar Drake memperkenalkan temennya.
"Hey Kabal ... salam kenal, namaku Samuel ..." ujar Samuel sambil berjabat tangan.
"Oh ... hey ... salam kenal, namaku Kabal" Ujar kabal sambil menepuk pundaknya Samuel.
"Emh ... lebih baik kita percepat waktu saja Sam ... benar tidak Bal?" ujar Drake sambil menepuk pundak mereka berdua.
"Owh ... iya bener, lebih baik kita jalan saja sekarang" Ucap Kabal senang.
"Kemana? Dan mau ngapain?" tanya Samuel bingung.
"Pokoknya ke tempat yang seru bener ga, Kabal?" ujar Drake sambil menepuk pelan punggung Kabal.
"Iyah ... katanya aku bisa berlatih di tempat itu agar menjadi kuat" ujar Kabal senang.
Samuel berpikir
sejenak lalu melihat ke Drake, Drake yang melihat kelakuan Samuel agak
bingung lalu mendekatinya sambil berbisik.
"Kenapa tidak ke rumahmu saja?" tanya Drake Pelan.
"Apa maksudmu?" Tanya Samuel heran.
"Aku tahu ... kamu sebenarnya jika mulai kehilangan ..."
"STOP!!! SETAN!! Baiklah ikut aku!" Ucap Samuel kasar.
Drake hanya tersenyum
lalu mengajak Kabal masuk ke mobilnya, Kabal hanya heran melihat
perilaku Samuel yang secara tiba-tiba berubah menjadi kasar. Lalu dia
memalingkan wajah dan masuk ke mobil Drake tanpa perasaan was-was
menghmapirinya.
Sedangkan Samuel
kembali ke motornya dan memandu mereka berdua untuk mengikutinya,
sekitar 1 1/2 jam akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Drake
membantu Kabal turun dan merangkulnya lalu membawanya ke dalam rumah
Samuel.
Samuel kembali memandu
mereka sambil membawa obat penenang, mereka menuruni sebuah tangga
yang agak terjal dan melewati beberapa lorong gelap hingga akhirnya
sampailah mereka di sebuah ruangan kosong yang hanya menyediakan
beberapa alat aneh di dalamnya.
"Kabal kamu masuk duluan biar aku ngobrol dulu sama temanku" ujar Drake sambil mendorong pelan Kabal ke dalam ruangan.
Samuel yang melihat itu kaget dan menepuk pundak Drake agak keras sambil berkata,
"Drake apa yang kau lakukan!!" bentak Samuel melihat kelakuan Drake yang mendorong Kabal ke dalam ruangan.
"Hehe ... aku hanya
ingin melihat seekor tikus percobaan yang akan dijadikan mainan oleh
seekor hewan buas" ujar Drake tersenyum jahat.
"Apa maksudmu bangsat!!!" bentak Samuel sambil menghajar wajahnya Drake.
Drake terjatuh sambil
tersenyum lalu bangkit dan menepek pundak Samuel yang sudah terlihat
emosi. Drake tersenyum dan mencium jidat Samuel sambil berkata,
"kakak sayang ... aku ingin melihat kakak bermain dengan mainan kakak yang baru" ujar Drake sambil mencium bibir Samuel.
Samuel terkejut dan
mundur darinya, tapi dia lebih terkejut ketika mengetahui obat penenang
yang dia pegang sudah tidak ada. Dia mendengar sebuah siulan di
hadapannya yang ternyata adalah Drake yang sedang berdiri sambil
memegang obat penenang.
Karena kesal Samuel berlari ke arah Drake dan berusaha mengambil obat penenang itu darinya.
Bagh! Bruakk!! Blangh~
Samuel merintih
kesakitan ketika perutnya ditinju oleh Drake dan dibanting ke dalam
ruangan. Drake juga tidak lupa mengunci pintu sambil menggemboknya dan
tertawa terbahak-bahak. Samuel merasa emosinya makin mengendalikan
dirinya, dia bangkit dan melabrak pintu demi mendapatkan obat penenang
itu.
"Kakakku tersayang aku
akan melepaskanmu setelah kamu memainkan dia untukku ... hehe ... aku
suka melihat kakak seperti ini" ujar Drake sambil menjilat mulut
Samuel.
Seperti anjing yang
merasa takut dengan majikannya, Samuel tunduk dan diam lalu menghampiri
Kabal dengan senyum iblisnya. Kabal yang melihat kejadian itu langsung
ketakutan bukan main, dan menyadari bahwa dirinya dalam bahaya.
Dia merogoh sakunya dan
mengambil hapenya untuk menelepon polisi, Samuel menyadari hal itu
melalui instingnya dan menghampiri Kabal sambil membawa kapak. Dia
berjalan perlahan ke arah kabal dan kabal hanya bisa terbata-bata dan
gemetar ketika mengetik nomor polisi.
"Apa yang kau lakukan kawan?" tanya Samuel mendekatkan wajahnya ke wajah Kabal.
Kabal terkejut bukan main dan keringat bercucuran deras dari tubuhnya,
"Ah ... ak ... Aku ti-tidak ta-tahu ... ak-aku ha-hanya i-ngin melihat isi pe-pesan hape-ku" ujar Kabal terbata-bata.
"Bagaimana kalau kita
bermain?" sambil menyambit tangan Kabal dengan Kapak hingga tangan yang
memegang Hape tanggal dari tubuhnya.
Kabal berteriak
kesakitan, darahnya mengalir deras dari tangan kanannya. Samuel
tersenyum dan mulai tertawa ketika mencium bau dari darah Kabal.
"Darahmu O ya? Aku
tahu ... pantas saja baunya manis, sekarang mari kita bermain" ujar
Samuel sambi mengangkat Kabal dan membawanya ke tengah.
Kabal diikat di atas
sebuah kasur besar yang dingin, lalu Samuel mengapak pergelangan tangan
kiri, pergelangan kaki kanan dan kiri. Darah kembali bermuncratan dan
suara dari Kabal terdengar merdu. Samuel duduk di bawah guyuran darah
dari tangan kanannya dan meminum darahnya.
Kabal hanya bisa
menangis karena menahan sakit yang amat sangat, tidak sampai disitu
Samuel mengambil timah panas dan menumpahkannya ke bagian-bagian
tubuhnya yang sudah terpotong. Kabal menangis lebih kencang dan
meringis kesakitan.
Samuel hanya tersenyum
tanpa ada rasa bersalah, dia menghampiri meja lalu mengambil garpu dan
pisau kemudian kembali ke tubuh kabal yang tidak berdaya. Samuel
tersenyum sambil mencoblos kedua matanya dengan Garpu dan pisau secara
bersamaan.
Darah mengalir lagi dan
Kabal mulai meronta kesakitan, Samuel berusaha menarik garpu dan
berusaha mencongkel matanya. Dia melihat saraf otak yang masih nyambung
dengan matanya lalu memotong sarafnya dengan pisau. Setelah tercabut
matanya, dia lalu memakannya dengan lahap.
Tidak sampai situ, dia
mencabut pisaunya lalu memotong kelopak mata dan bibir dari Kabal,
Kabal hanya bisa meronta pelan dan dan tidak bisa menangis. Setelah
memotong kelopak mata dan bibirnya, Samuel menyiram wajahnya dengan air
cuka.
Kenikmatan yang
didapatkan semakin membuat senang Samuel, dia tidak berhenti sampai
disini. Dia mengambil pisaunya, membedah perutnya lalu
menghambur-hamburkan isinya dan menyiramkan perutnya dengan air cuka
lagi.
Kabal meronta pelan dan
hanya bergerak sedikit karena kesakitan, Samuel merasa puas dan
melihat tubuh Kabal. Samuel menikmati tubuh Kabal sebelum
menghabisinya, setelah selesai dia mengambil besi panas lalu menyula
tubuh Kabal yang tidak berdaya.
Kabal meronta
kesakitan tapi Samuel mencium bibirnya Kabal agar tenang dan terbukti
dia diam tidak bergerak setelah ujung besi panas itu menembus
jantungnya. Samuel merasa lelah tapi senang karena melihat mainannya itu
menikmatinya hingga akhir hayat.
Samuel hampir terjatuh
dan Drake memeluk Samuel sebelum terjatuh ke lantai, Drake membawanya
ke kursi dan memangkunya setelah bertatap mata mereka berpelukan. Drake
mengekang leher Samuel menggunakan Kalung anjing dan berciuman.
"Now ... you're belong to me honey ... You are my pet" ujar Drake sambil memeluk Samuel.
"Yes ... I'm belong to you, I'm your pet now" ujar Samuel sambil menJilat Drake.
"Permainanmu bagus Kakak ... lain kali aku ingin melihatmu seperti ini, aku sayang Kakak" ujar Drake sambil memeluk Samuel.
"Terima kasih, sayang" ujar Samuel sambil memainkan kepala kabal yang sudah dipotongnya.
--- Tamat ---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar